Tugas Geometri: Bangun Ruang

Untuk pekan pertama bulan Juli, perkuliahan semester pendek untuk mata kuliah Geometri ditiadakan. Perkuliahan akan dimulai kembali pada hari Senin (8 Juli 2013, 08.00-12.00). Berikut beberapa tugas yang saya berikan. Tugas dikerjakan secara berpasangan. Pengumpulan tugas paling lambat tanggal 8 Juli 2013.

Tugas Baca (Wajib) tentang Bangun Ruang, Bangun Ruang Sisi Datar (Tugas I) dan Bangun Ruang Sisi Lengkung (Tugas II):

  1. Buatlah skema Bangun Ruang Sisi Datar dan skema Bangun Ruang Sisi Lengkung berdasarkan apa yang Anda baca. Informasi bisa ditambahkan dari  referensi lain. Buat keterangan tentang kriteria pembuatan skema (penyusunan skema beradasarkan kriteria apa?, misalnya: berdasarakan banyak sisi-sisi sejajar seperti contoh skema  pada Bab 3: Skema Segiempat).
  2. Latihan Soal: Kerjakan Latihan soal (nomor 1-10) Bangun Ruang Sisi Datar  dan Bangun Ruang Sisi Lengkung. 

Tugas Bonus (Tidak Wajib):

  • Sistem bonus sama seperti pada perkuliahan Aljabar Linier. Silahkan pelajari dan jelaskan di depan kelas tentang pembuktian rumus volume bola menggunakan prinsip Cavalleri (tetap dibuka kesempatan untuk pembuktian rumus volume bangun ruang lainnya menggunakan prinsip Cavalleri). Satu pembuktian rumus hanya dijelaskan oleh satu mahasiswa, kecuali terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Bagi mahasiswa yang dapat menyelesaikan tugas ini, tidak perlu mengerjakan soal UAS tentang Bab 2 Bangun Ruang (tetap mendapatkan nilai penuh).

Silahkan persiapkan diri untuk Kuis ringan di awal perkuliahan tgl 8 Juli 2013 (Bocorannya: ada 5 soal mengenai Bangun Ruang).

Minggu ini saya tidak akan sering mengakses blog ini, pertanyaan mengenai tugas bisa diajukan via sms.

Terimakasih.

Advertisements

Mereka yang badannya sekarang sudah lebih tinggi dari saya…

Mereka yang badannya sekarang sudah lebih tinggi dari saya...

Ah anak-anak ini, hampir 2 tahun membersamai mereka belajar sejak masih mahasiswa S1 tingkat 3 dulu…. Ya dulu kupikir banyak hal yang “harus” diajarkan, sehingga penuh kepala dengan rencana ini itu…. Tapi hari ini, baru saja terenungi saat teringat mereka kembali, kemudian mengambil sebuah kesimpulan bahwa: Diri ini yang sebenarnya telah banyak belajar dari anak-anak ini, terimakasih anak-anakku… 😀

Kangen Kamu….. : Ketintang Wiyata I no 25

Ketintang WIyata I no 25, Kos Hijaunya Pak Suroso, di seberang kos langsung ketemu pagernya Unesa

Ketintang WIyata I no 25, Kos Hijaunya Pak Suroso, di seberang kos langsung ketemu pagernya Unesa

Gara-gara denger lagunya Opick “Ramadhan Tiba” tetiba inget Ramadhan taun kemaren waktu masih ngekos…… jadi kangen kos2anku, jadi pengen bikin posting ginian *tetep gaya males2an*…. 😀

Masih Kamar Perdana, aq suka terasnya, bisa suit2 kalo ada orang lewat *ihirrr...

Masih Kamar Perdana, aq suka terasnya, bisa suit2 kalo ada orang lewat *ihirrr…

Kamar Perdana yang dulunya kuhuni sama Mba Easty (Tegal), pas difoto udah Ellen (Banjarmasin) yang menghuni kamar ini

Kamar Perdana yang dulunya kuhuni sama Mba Easty (Tegal), pas difoto udah Ellen (Banjarmasin) yang ngehuni

Ini tempat ngumpul, kalo bosen nonton biasany ngumpul ke teras, ngegosip *sambil istighfar :D

Ini tempat ngumpul, kalo bosen nonton biasany ngumpul ke teras, ngegosip *sambil istighfar 😀

Ngapain ngomongin kamar mandi, geser dikit ada tangga, akses buat bayar kos ke bawah *ibu kos* hehe

Ngapain ngomongin kamar mandi, geser dikit ada tangga, akses buat bayar kos ke bawah *ibu kos* hehe

Tara... agak sedikit berantakan ini... Jadi di sini tempat cuci baju + piring... dan *maaf* itu yg banyak bgt cucian saya....

Tara… agak sedikit berantakan ini… Jadi di sini tempat cuci baju + piring… dan *maaf* itu yg banyak bgt cucian saya….

Masih rapi kan ya, belum Tesis sih...hehe

Masih rapi kan ya, belum Tesis sih…hehe

Ini versi agak rapinya, lumayan kecil sih ya kayak penghuninya yang kecil juga...

Ini versi agak rapinya, lumayan kecil sih ya kayak penghuninya yang kecil juga…

*Maaf* berantakan, itu kipas angin rusak, buku-buku masuk lemari kardus, khusus buku yang bakal dipake, buku2 masa lalu langsung masuk lemari dan di kunci, hehe

*Maaf* berantakan, itu kipas angin rusak, buku-buku masuk lemari kardus, khusus buku yang bakal dipake, buku2 masa lalu langsung masuk lemari dan di kunci, hehe

Berantakan habis2an kan ya, sengaja biar keliatan sibuk

Berantakan habis2an kan ya, sengaja biar keliatan sibuk

 

 

 

7 Agustus resmi melarikan diri dari kos, meski masih boleh inep kalo mau sampe resmi balik ke Palembang (Balik ke Palembangnya baru tanggal 14 sih...) :D

7 Agustus resmi melarikan diri dari kos, meski masih boleh inep kalo mau sampe resmi balik ke Palembang (Balik ke Palembangnya baru tanggal 14 sih…) 😀

Udah penampakan kos sampe kamar2nya, kapan2 penghuninya tak kenalin satu2….

*tapi nanti2* ngantukkkk…. Indralaya panas, nih Opick lagi ngasih tau kalo Ramadhan tiba, Ramadhan tiba… habis ini rencana muter lagu india Teri Meri…. *ini minjem gaya seorang temen buat nutup tulisan geje*Okeh, dadah! Wassalamualaikum 😀

Ini tentang Totto-chan (Si Gadis Cilik di Jendela)

-note: ini tulisan versi males, harap maklum!-

Buku karangan Tetsuko Kuroyanagi aka Totto-chan ini adalah buku lama yang tetep menyenangkan untuk dibaca berulang-ulang, entahlah! mungkin ini hanya berlaku bagi saya. Sebenarnya sejak kelas 2 SMA, buku ini berkali-kali sudah “say hi!”, tapi saya belum berminat buat kenalan. Baru di 2011, saya tiba2 penasaran *ga juga tiba2 sebenernya sih* gara2 cerita seorang teman tentang ulah si Totto-chan yang nyemplung ke dalam *maaf* septitank buat ngambil barang kesayangannya. Cerita ini mengingatkan saya sama buku yang apa ya judulnya *lupa!*, tentang anak-anak juga, anak-anak spesial yang butuh perlakuan spesial untuk melejitkan potensi-potensi spesialnya #tsah!. Biar ga boring, nih tak kasih liat tampak depan bukunya!

totto-chan

April 2011, waktu itu ke toko buku bareng Kak Intan *penting*, akhirnya beli juga deh buku putih-pink Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela dan saking mupengnya saya bela-belain ambil yang hardcover,hehehe *penting juga*. Sebenernya Totto-chan ga sendirian hari itu, di kantong plastik yang sama buku karangan Alice Pung, Dunia Alice, nemenin si Totto-chan. *si Alice kapan2 tak ceritain juga*

Sekarang, ada apa sih di buku ini? Yak, di sini Totto-chan dewasa berusaha mengisahkan masa kecilnya, tentang Totto-chan kecil yang dianggap “aneh” bagi sebagian orang dan disebut “spesial” bagi sebagian lainnya. Tentu saja tak banyak orang-orang yang masuk kelompok “sebagian” yang ke dua. Selain mama tentunya, Mr. Kobayashi adalah orang penting yang masuk dalam kelompok “sebagian” yang ke dua. Mr. Kobayashi adalah Kepala Sekolah Tomoe, sekolah yang dengan gerbang dua pohon hidup dan  kelas-kelas gerbong kereta.

Yang menarik untuk saya baca berulang-ulang adalah bagaimana Mr. Kobayashi mengambil sikap atas tindakan-tindakan tidak wajar khas Totto-chan, bagaimana beliau memakluminya sebagai tindakan “biasa”. Saya sudah terkagum-kagum sejak Mr. Kobayashi dengan sabar mendengar celotehan Totto-chan hingga 4 jam di hari pertama Totto-chan masuk sekolah. Tidak sekedar bersabar, Mr. Kobayashi mendengarkan cerita Totto-chan dengan antusias sehingga Totto-chan merasa bersalah ketika harus berhenti bercerita setelah 4 jam. Maka, sejak halaman itu, saya bertekad untuk membaca buku ini pelan-pelan. Yak, pelan-pelan. Karena, saya percaya saya akan menemukan banyak pelajaran, dan saya benar.

Apa yang saya pelajari?

Saya coba menggunakan teori yang saya dapat di bangku kuliah, tentang apa yang perlu kita siapkan sebagai pendidik sebelum beraksi! Ada sekitar 9 poin kalau saya ga salah inget, salah satu poin yang kebetulan merupakan topik kajian saya *ampun kajian* adalah tentang karakteristik peserta didik. Bahwa seorang pendidik hendaknya memahami benar karakteristik peserta didiknya barulah kemudian bergerak merancang pembelajaran yang cocok, khas, spesial untuk sang siswa.

RancanganPembelajaran

Balik lagi ke bukunya Totto-chan, saya belajar banyak tentang karakteristik siswa ini, khususnya anak-anak, siswa-siswa spesial yang sering dilabeli “nakal”. Saat berteori tentang bagaimana menghadapi siswa semacam Totto-chan bisa jadi perkara mudah, kuncinya kan mudah saja: Sabar! Ah, tapi tak semudah itu yang dihadapi di lapangan. Saya yang sejak semester 3 belajar mengajar di bimbel kelas SD tak percaya dengan mudahnya teori Sabar! Bertahun-tahun belajar mengajar saya tidak sekali dua kali harus berkahir dengan tindakan yang paling tidak saya sukai “marah“. Dan tentang ini, saya belajar dari Mr. Kobayashi, bahwa ternyata ini bukan hanya tentang “Sabar”, ini tentang mengenal siapa yang harus “disabari”, dan bagaimana kita bersikap dinamis: kadang menjadi si anak-anak untuk paham apa yang anak-anak kita pikirkan kemudian kembali menjadi guru untuk mengambil tindakan yang tepat untuk si anak.

Hmmm…. kadang pada akhirnya saya bingung mau ngomong apa ketika terlalu banyak kata-kata yang melompat2 pengen dikeluarin. Jadi udahan aja dulu sampe di sini…. *berakhir garing, hehe…. dadah! 😀

Pengantar Dasar Matematika: Garis, Sinar, dan Segmen *Ini Cerita*

Sedikit hasil belajar-*menggantikan* ngajar minggu lalu, topiknya: “Coordinate Geometry”. Judulnya, modulnya, referensinya sih pake English, tapi tetep ngajarnya pake Bahasa Kesatuan sesuai janji di Sumpah Pemuda, hehehe *alibi*. Sebelum masuk ke materi, saya coba kasih soal-soal TPA ringan buat pemanasan. Alhamdulillah kelas jadi lumayan panas…. Terus lanjut kita ke topik yang akan di bahas.*Ini postingan versi males, doakan saya segera rajin biar bisa dilengkapkan supaya bermanfaat*

Oh ya sebelum kejauhan ini nih yang dijadiin sumber belajar *selain modul wajibnya PDM yang warnanya pink-orange*:

Math Open Reference (http://www.mathopenref.com/coordintro.html)

Ini sub topik yang dibahas:

  1. Introduction to coordinate geometry
  2. Distance Between Two Points
  3. Lines, Line Segments, and Rays in Coordinate Geometry
  4. Midpoint of a line segments
  5. Point in a line segments

Kelima subtopik di atas tentu bukan materi yang baru dikenalkan, seperti topik-topik pada mata kuliah PDM sebelumnya, topik di pertemuan kali ini bisa dibilang seperti kawan lama yang baru ketemu atau kawan yang jarang ketemu meskipun tinggal deketan *apasih :p Pokoknya udah kenal aja *titik* Jadi, perkuliahan ga didominasi pernyataan2 tentang definisi dan konsep, malah lebih ke pertanyaan2 yang saya harap mampu bikin kelas rame. Alhamdulillahnya lagi, didukung sama website dengan media visual yang mudah dipake dan dipahami.

2 sks diakhiri dengan soal-soal latihan dan sedikit ngalur-ngidul ke topik2 yang insyaAllah masih saya anggap relevan *alibi lagi* misalnya: Garis dan Titik  adalah objek/ide abstrak dalam matematika, sehingga tidak ditemukan dalam wujud benda di dunia nyata.  Jadi sedikit berdiskusi kenapa konsep/ide tentang garis dan titik sampai ada, harus ada, dan apa maknanya *yang ini juga nanti saya jelaskan sedikit lebih panjang lebar kalo dah rajin

Nah karena bukan materi anyar dan seperti judulnya cuma cerita, jadi materinya bisa diliat di link yang sudah saya sebut2 tadi. *lagi2 karena sedang kurang rajin, nanti kalo udah rajin tak bikin ringkasannya, sementara cerita dulu*

Terus apa menariknya dari perkuliahan kali ini? *ga ada* hehe… Cuma ada yang lucu aja, kata yang dengerin saya ngajar,  pertemuan kali ini ga kayak matakuliah PDM, lebih mirip mata kuliah sastra, soalnya definisi-definisinya tetiba berubah jadi kalimat-kalimat bersayap yang dicurigai curhat colongan *hehe tepok jidat pelan2*

Ini nih salah satu hasilnya:

Perjalanan kita, ya kau dan aku, melukis segmen garis jika kau berjalan ke arahku dan berhenti tepat di posisiku, pun diriku. Ini tentang semua yang berada di antara kita. Tapi jika kau teruskan perjalanan ke arah yang sama tanpa punya titik pemberhentian maka kau menjelma sinar. Jika sudah begitu, bukankah sebaiknya kulakukan hal yang sama, meneruskan lajuku ke arahmu tanpa berhenti, lalu kita bersama mencipta garis . hehehehe….