Ini tentang Totto-chan (Si Gadis Cilik di Jendela)

-note: ini tulisan versi males, harap maklum!-

Buku karangan Tetsuko Kuroyanagi aka Totto-chan ini adalah buku lama yang tetep menyenangkan untuk dibaca berulang-ulang, entahlah! mungkin ini hanya berlaku bagi saya. Sebenarnya sejak kelas 2 SMA, buku ini berkali-kali sudah “say hi!”, tapi saya belum berminat buat kenalan. Baru di 2011, saya tiba2 penasaran *ga juga tiba2 sebenernya sih* gara2 cerita seorang teman tentang ulah si Totto-chan yang nyemplung ke dalam *maaf* septitank buat ngambil barang kesayangannya. Cerita ini mengingatkan saya sama buku yang apa ya judulnya *lupa!*, tentang anak-anak juga, anak-anak spesial yang butuh perlakuan spesial untuk melejitkan potensi-potensi spesialnya #tsah!. Biar ga boring, nih tak kasih liat tampak depan bukunya!

totto-chan

April 2011, waktu itu ke toko buku bareng Kak Intan *penting*, akhirnya beli juga deh buku putih-pink Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela dan saking mupengnya saya bela-belain ambil yang hardcover,hehehe *penting juga*. Sebenernya Totto-chan ga sendirian hari itu, di kantong plastik yang sama buku karangan Alice Pung, Dunia Alice, nemenin si Totto-chan. *si Alice kapan2 tak ceritain juga*

Sekarang, ada apa sih di buku ini? Yak, di sini Totto-chan dewasa berusaha mengisahkan masa kecilnya, tentang Totto-chan kecil yang dianggap “aneh” bagi sebagian orang dan disebut “spesial” bagi sebagian lainnya. Tentu saja tak banyak orang-orang yang masuk kelompok “sebagian” yang ke dua. Selain mama tentunya, Mr. Kobayashi adalah orang penting yang masuk dalam kelompok “sebagian” yang ke dua. Mr. Kobayashi adalah Kepala Sekolah Tomoe, sekolah yang dengan gerbang dua pohon hidup dan  kelas-kelas gerbong kereta.

Yang menarik untuk saya baca berulang-ulang adalah bagaimana Mr. Kobayashi mengambil sikap atas tindakan-tindakan tidak wajar khas Totto-chan, bagaimana beliau memakluminya sebagai tindakan “biasa”. Saya sudah terkagum-kagum sejak Mr. Kobayashi dengan sabar mendengar celotehan Totto-chan hingga 4 jam di hari pertama Totto-chan masuk sekolah. Tidak sekedar bersabar, Mr. Kobayashi mendengarkan cerita Totto-chan dengan antusias sehingga Totto-chan merasa bersalah ketika harus berhenti bercerita setelah 4 jam. Maka, sejak halaman itu, saya bertekad untuk membaca buku ini pelan-pelan. Yak, pelan-pelan. Karena, saya percaya saya akan menemukan banyak pelajaran, dan saya benar.

Apa yang saya pelajari?

Saya coba menggunakan teori yang saya dapat di bangku kuliah, tentang apa yang perlu kita siapkan sebagai pendidik sebelum beraksi! Ada sekitar 9 poin kalau saya ga salah inget, salah satu poin yang kebetulan merupakan topik kajian saya *ampun kajian* adalah tentang karakteristik peserta didik. Bahwa seorang pendidik hendaknya memahami benar karakteristik peserta didiknya barulah kemudian bergerak merancang pembelajaran yang cocok, khas, spesial untuk sang siswa.

RancanganPembelajaran

Balik lagi ke bukunya Totto-chan, saya belajar banyak tentang karakteristik siswa ini, khususnya anak-anak, siswa-siswa spesial yang sering dilabeli “nakal”. Saat berteori tentang bagaimana menghadapi siswa semacam Totto-chan bisa jadi perkara mudah, kuncinya kan mudah saja: Sabar! Ah, tapi tak semudah itu yang dihadapi di lapangan. Saya yang sejak semester 3 belajar mengajar di bimbel kelas SD tak percaya dengan mudahnya teori Sabar! Bertahun-tahun belajar mengajar saya tidak sekali dua kali harus berkahir dengan tindakan yang paling tidak saya sukai “marah“. Dan tentang ini, saya belajar dari Mr. Kobayashi, bahwa ternyata ini bukan hanya tentang “Sabar”, ini tentang mengenal siapa yang harus “disabari”, dan bagaimana kita bersikap dinamis: kadang menjadi si anak-anak untuk paham apa yang anak-anak kita pikirkan kemudian kembali menjadi guru untuk mengambil tindakan yang tepat untuk si anak.

Hmmm…. kadang pada akhirnya saya bingung mau ngomong apa ketika terlalu banyak kata-kata yang melompat2 pengen dikeluarin. Jadi udahan aja dulu sampe di sini…. *berakhir garing, hehe…. dadah!😀

2 thoughts on “Ini tentang Totto-chan (Si Gadis Cilik di Jendela)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s